Friday, April 14, 2017

Catatatan Matematika, Deret ukur dan Fungsi

BAB I
DERET
DERET adalah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi kaidah-kaidah tertentu. Bilangan-bilangan yang merupakan unsur dan pembentuk sebuah deret dinamakan suku.
v  Deret Hitung
Adalah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan penjumlahan terhadap sebuah bilangan tertentu. Bilangan yang membedakan suku-suku dari deret hitung dinamakan pembeda, yaitu selisih antara nilai-nilai dua suku yang berurutan.
Ada dua rumus yang digunakan dalam deret hitung :
Ø  Untuk mencari nilai suku ke n dari deret hitung
Sn = a+(n – 1)b
a   =   suku pertama
b   =   pembeda
n   =   indeks suku
Contoh:
Nilai suku ke 101 dari deret hitung 3, 5, 7, 9, 11, … adalah….
Diket   : a = 3 | b = 2 | n = 101
Dita     : Sn?
Jwb     : S101 = a + (n – 1) b
              S101 = 3 + (101 – 1) 2
              S­101 = 3 + 100 x 2
              S101 = 3 + 200
              S101 = 203



Ø  Untuk mencari jumlah nilai dari semua suku pada deret hitung
Dn = n(2a+(n–1)b)
a   =   suku pertama
b   =   pembeda
n   =   indeks suku
Contoh:
Berapa jumlah semua suku s/d suku yang ke 25 dari deret 3, 5, 7, 9, 11, …
Diket   : a = 3 | b = 2 | n = 25
Dita     : D25?
Jwb     : Dn = n (2a + (n – 1) b)
              D25 =  25 (2.3 + (25 – 1) 2)
              D25 = 12,5 (6 + (24) 2)
              D25 = 12,5 (6 + 48)
              D25 = 12,5 x 54
              D25 = 675
v  Deret Ukur
Adalah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan perkalian terhadap sebuah bilangan tertentu. Bilangan yang membedakan suku-suku deret ukur dinamakan pengganda, yaitu merupakan hasil bagi nilai suku terhadap nilai suku didepannya.
Ada dua rumus yang digunakan dalam deret ukur:
Ø  Mencari nilai suku ke n dari deret ukur
Sn=a.
a   =   suku pertama
p   =   pengganda
n   =   indeks suku
Contoh:
Berapa nilai suku yang ke 6 dari deret 2, 4, 8, 16, 32, …
Diket   : a = 2 | p = 2 | n = 6
Dita     : S6?
Jwb      : S6=a.
              S6= 2.
              S6 = 2. 25
              S6 = 2. 32
              S6 = 64
Ø  Mencari jumlah sampai dengan n suku
Dn=
a = suku pertama
p = pembeda
n = indeks suku
Contoh:
Berapa jumlah semua suku yang ke 5 dari 2, 4, 8, 16, 32, …
Diket   : a = 2 | p = 2 | n =5
Dita     : D5?
Jwb      : D5 =
              D5 =
              D5 =
              D5 =
              D5 =
              D5 = 62
v  Penggunaan Deret dalam Ekonomi
Dalam bidang bisnis dan ekonomi, teori atau prinsip-prinsip deret sering diterapkan dalam kasus-kasus yang menyangkut perkembangan dan pertumbuhan. Apabila perkembangan atau pertumbuhan suatu gejala tertentu berpola seperti perubahan nilai-nilai suku sebuah deret hitung atau deret ukur, maka teori deret yang bersangkutan relevan ditetapkan untuk menganalisisnya.
Ø  Model perkembangan usaha
Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha, actor, produksi, biaya, pendapatan, penggunaan tenaga atau penanaman modal, berpola seperti deret hitung maka prinsip-prinsip deret hitung digunakan untuk menganalisis perkembangan variabel tersebut. Berpola deret hitung maksudnya adalah variabel bersangkutan bertambah secara konstan dari satu actoreke periode berikutnya.
Contoh soal:
Besarnya penerimaan PT. YSSY dari hasil penjualan barangnya Rp 720 juta  pada tahun ke lima dan Rp 980 juta pada tahun ketujuh. Apabila perkembangan penerimaan penjualan tersebut berpola seperti  deret hitung, berapa perkembangan penrimaannya per tahun? Berapa besar penerimaan pada tahun pertama dan pada tahun keberapa penerimaannyasebesar Rp 460 juta?
Diket   : S5 = 720.000.000 | S7 = 980.000.000
Dita     : b, a, n dari Sn = 460.000.000?


Jwb     : Sn   = a + (n – 1) b
              720 = a + (5-1) b
              980 = a + (7-1) b

                        720    = a + 4b
                                  980      = a + (6b)
                      -260     = -2b
                      130      = b


              720    = a + (5 – 1) b
              720    = a + 4 x 130
              720    = a + 520
              a        = 720 – 520
              a        = 200
              460    = 200 + (n – 1) 130
              460    = 200 + 130n – 130
              460    = 70 + 130n
              n        = (460-70): 130
              n        = 390:130
              n       = 3
Ø  Model bunga majemuk
Adalah penerapan deret ukur dalam kasus simpan pinjam dan investasi. Dengan modal ini dapat dihitung misalnya, besarnya pengembalian tingkat bunganya. Atau sebaliknya, untuk mengukur nilai sekarang dari suatu jumlah hasil investasi yang akan diterima dimana saja.
Jika misalnya modal pokok sebesar P dibungakan secara majemuk dengan suku bunga pertahun setingkat I maka jumlah akimulatif modal tersebut dimasa datang setelah n tahun (Fn) dapat dihitung sebagai berikut:
Fn = P (1 + i) n


P  =   jumlah sekarang
I   =   tingkat bunga pertahun
n   =   jumlah tahun


Rumus diatas mengandung anggapan tersirat bahwa bunga diperhitungkan/ dibayarkan satu kali dalam satu tahun. Apabila bunga diperhitungkan atau dibayarkan lebih dari satu kali (missal m kali, masing-masing i/m pertermin) dalam satu tahun maka jumlah dimasa depan menjadi:
Fn = P (1 + )m.n
m = frekuensi pembayaran bunga dalam satu tahun
Suku (1 + i) dan (1 + ) dalam dunia bisnis dinamakan “actor bunga majemuk” (compounding interest factor) yaitu suatu bilangan yang lebih besar dari satu bilangan yang dapat dipakai untuk menghitung jumlah dimasa yang akan datang dari suatu jumlah sekarang.
Dari rumus diatas dengan manipulasi matematis dapat dihitung nilai sekarang apabila yang diketahui jumlahnya dimasa datang. Nilai sekarang (Present Value) dari suatu jumlah uang tertentu dimasa datang adalah:
P =  atau P =
suku  atau  dinamakan “actor diskon to” (discount factor) yaitu suatu bilangan yang lebih kecil dari satu yang dapat dipakai untuk menghitung nilai sekarang dari suatu jumlah dimasa datang.



Contoh Soal 1:
Seorang pengusaha meminjam uang di bank sebanyak Rp 250 juta, untuk jangka waktu 4 tahun, tingkat bunga yang berlaku adalah 12% pertahun. Dari data tersebut berapa seluruh uang yang harus dikembalikan pengusaha tersebut pada saat pelunasan? Apabila perhitungan pembayaran bunga dibayar 4 bulanan, berapa jumlah uang yang harus dikembalikan?
Diket   : P=250.000.000 | n=4 | i=12%=0,12 |m=3
Dita     : a. F4 jika dikembalikan pada saat pelunasan
              b. F­4 jika dibayar 4 bulanan
Jwb      : a. F4=P(1+i)­n
                   F4=250.000.000(1+0,12)4
                   F4=250.000.000(1,12)4
                   F4=250.000.000(1,57)
                   F4=393379840
              b.  F4=P(1+ )m.n      
                   F4=250.000.000(1+ )3.4
                   F4=250.000.000(1+0,04)12
                   F4=250.000.000(1,04)12
                   F4=250.000.000(1,601)
                   F4=400.258.054,64
Contoh 2:
Tabungan seorang nasabah akan menjadi Rp56.700.000 tiga tahun yang akan datang. Jika tingkat bunga bank yang berlaku 6% pertahun berapa tabungan nasabah tersebut pada saat sekarang? Apabila pembayaran bunga tidak pertahun tetapi persemester berapa tabungan nasabah tersebut pada saat sekarang?
Diket   : F=56.700.000 | i=6%=0.06 | n=3 | m=2
Dita     : a.  P Jika tingkat bunga bank yang berlaku 6% pertahun
              b.  P   pembayaran bunga tidak pertahun tetapi persemester
Jwb:     a.    P= F
                   P= 56.700.000
                   P=
                   P=
                   P=47.647.058,82
              b.  P=
                   P= F
                   P=
                   P=
                   P=47.647.058,82 


Lihat catatan Lengkapnya Disini


Cara dowload
1. klik disini maka akan mucul tab baru yaitu linkshirk
2. tunggu 5 detik hinnga muncul SKIP ADD. klik
3. jika belum muncul Linkshirk, kembali langkah diatas

review jurnal Pengaruh Budaya Organisasi dan komitmen Organisasi dan kinerja di Rumah Sakit

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEMAMPUAN TERHADAP
KOMITMEN ORGANISASI DAN KINERJA
DI RUMAH SAKIT
IBNU SINA GRESIK

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kemampuan di komitmen organisasi dan kinerja karyawan pelayanan medis di Rumah Sakit Ibnu Sina
Kabupaten Gresik. Jumlah sampel penelitian ini adalah 175 responden, yang terdiri dari karyawan pelayanan medis (dokter, bidan dan perawat) .suatu Struktur Equation Modeling (SEM) dengan
Program Analisis Struktur Momen (AMOS) diterapkan pada makalah ini. Lima hipotesis dibuat dari hubungan antar variabel dianalisis mempunyai hubungan yang signifikan. Hubungan budaya organisasi dan komitmen organisasi memiliki tingkat signifikansi besar, sementara hubungan kemampuan dan kinerja karyawan memiliki tingkat signifikansi terlemah. Ini Penelitian melakukan culcure organisasi, kemampuan, komitmen organisasi dan performancein sebuah kesatuan dari seluruh model (atau integrativemodel). Hasil ini memiliki kontribusi yang baik terhadap manajemen sumber daya manusia dan manajemen praktis dan juga untuk digunakan sebagai dasar untuk lebih lanjut penelitian, khususnya mengenai budaya organisasi, kemampuan, komitmen organisasi dan
kinerja karyawan.
PENDAHULUAN

Secara empiris, perawatan kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Persyaratan untuk pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan harapan masyarakat untuk dapat hidup kualitas yang lebih baik. Untuk mencapai hal ini, perawatan
kesehatan  akan meningkat terhadap layanan tertentu dan masyarakat yang berorientasi layanan  kepuasan. Meskipun perawatan kesehatan masih merupakan masalah yang kompleks, tetapi upaya untuk mengatasinya  selalu diikuti oleh biaya yang harus disediakan, terutama dengan kondisi sosial ekonomi meningkat, pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Keberadaan Rumah Sakit diperlukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kondisi sosial ekonomi, Rumah Sakit diperlukan untuk terus mengembangkan kualitas perawatan kesehatan. Demikian pula, Rumah Sakit Gresik berubah nama menjadi Kabupaten Gresik Rumah Sakit Ibnu Sina pada tanggal 31 Juli 2008, selalu berusaha untuk memenuhi dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah  satu upaya adalah untuk mempersiapkan staf medis dan paramedis yang handal, sebagai sumber utama untuk Rumah Sakit, jadi bahwa pribadi medis yang diperlukan dan profesional paramedis, dengan kinerja yang baik, yang bisa menggantungkan harapan mereka untuk layanan kesehatan masyarakat. Banyak studi telah meneliti anteseden kinerja karyawan dalam perusahaan. Beberapa penelitian menyebutkan  Pentingnya anteseden budaya organisasi kinerja, kemampuan, dan organisasi Komitmen.

Untuk mencapai bentuk yang optimal perawatan untuk orang dengan melihat keterbatasan dalam menilai semua masalah, penilaian dalam penelitian ini hanya menganalisis masalah di Kabupaten Gresik IbnuSina Hospital di hal budaya organisasi dan kemampuan untuk komitmen organisasi dan kinerja karyawan. Untuk tujuan itu, kita perlu melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh budaya organisasi dan kemampuan terhadap komitmen organisasi dan kinerja di IbnuSina Hospital Gresik.
"Tujuan
penelitian ini adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh budaya organisasi, organisasi
komitmen dan kemampuan untuk kinerja karyawan di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik.


Review lengkapnya Klik disini

Thursday, April 13, 2017

Tugas kuliah Manajemen makalah pengaruh semangat kerja dan strees kerja

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Persaingan dan tuntutan profesionalitas yang semakin tinggi menimbulkan banyaknya tekanan- tekanan yang harus dihadapi individu dalam lingkungan kerja. Selain tekanan yang berasal dari lingkungan kerja, lingkungan perekonomian di Indonesia yang belum stabil akibat badai krisis yang berkepanjangan juga sangat potensial menimbulkan tekanan. Tekanan yang timbul dan berlangsung terus menerus berpotensi menimbulkan kecemasan. Dampak yang sangat merugikan dari adanya gangguan kecemasan yang sering dialami oleh masyarakat dan angkatan kerja pada khususnya disebut stres. Stres merupakan hasil reaksi emosi dan fisik akibat kegagalan individu beradaptasi pada lingkungan. Stres terhadap kinerja dapat berperan positif dan juga berperan merusak, seperti dijelaskan pada ”hukum Yerkes Podson (1904) yang menyatakan hubungan antara stress dengan kinerja seperti huruf U terbalik” (Mas’ud, 2002:20).


Selain stres kerja, semangat kerja merupakan salah satu hal yang penting bagi perusahaan terutama yang menyangkut kinerja karyawan. Semangat kerja pada hakekatnya merupakan pengejawantahan perwujudan dari moral yang tinggi, bahkan ada yang mengidentifikasikan atau menterjemahkan secara bebas bahwa moral kerja yang tinggi adalah semangat kerja. Dengan semangat kerja yang tinggi, maka kinerja akan meningkat karena para karyawan akan melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga pekerjaan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Begitu juga sebaliknya jika semangat kerja turun maka kinerja akan turun juga. Jadi dengan kata lain semangat kerja akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Perusahaan harus memiliki kinerja. Kinerja yang baik/tinggi dapat membantu perusahaan memperoleh keuntungan sebaliknya, bila kinerja turun dapat merugikan perusahaan. Oleh karenanya kinerja karyawan perlu memperoleh perhatian antara lain dengan jalan melaksanakan kajian berkaitan dengan variabel stres kerja dan semangat kerja. Sejalan dengan kondisi tersebut, maka CV. Aneka Ilmu Semarang sebagai salah satu perusahaan percetakan buku terbesar di Semarang dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan, salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor tenaga kerja. Permasalahan yang dialami oleh tenaga kerja diantaranya stres kerja, penurunan semangat kerja dan penurunan kinerja. Dari karekteristik CV. Aneka Ilmu Semarang berupa beban kerja yang berlebihan, keterdesakan waktu, bekerja lebih lama untuk memenuhi order, kondisi lingkungan fisik yang kurang mendukung, pekerjaan yang monoton, berulang-ulang dan tidak variatif, hal ini memungkinkan karyawan terserang stres kerja, stres kerja yang dialami oleh karyawan ditakutkan berdampak buruk bukan berdampak positif terhadap kinerja sehingga usaha pencapaian kinerja karyawan CV. Aneka Ilmu Semarang bisa terganggu. Berawal dari latar belakang diatas, maka peneliti memilih untuk mengambil judul “ pengaruh stres kerja dan semangat kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi (studi kasus pada CV. Aneka Ilmu Semarang)”.

Download makalah Lengkap nya disini